Benua Afrika yang terkenal dengan keragaman budayanya memiliki cukup banyak warisan leluhur yang kini masih terus diturunkan kepada generasi selanjutnya. Hal ini juga dimaksudkan pula dengan masakan khas tradisionalnya. Sangat menarik untuk mencoba berbagai
wisata kuliner yang ada di Afrika sebagai pelepas rasa lelah berpetualang di negeri benua hitam ini. Tentunya untuk sebagai informasi sebelum
berburu kuliner di Afrika, ada baiknya membaca ulasan artikel ini terlebih dulu.
Berikut 5 kuliner tradisional khas Benua Afrika :
1. Kapenta (Zimbabwe)
Kapenta merupakan kuliner khas favorit masyarakat Zimbabwe dan sebagian Zambia. Masakan Kapenta sendiri seperti sarden yang berasal dari sebuah danau di Afrika Timur, yaitu danau Tangayika. Untuk menyantap Kapenta, masyarakat Afrika biasanya menyajikannya bersama Sadza (bubur jagung khas Zimbabwe). Seperti penyajian
ikan sarden di Indonesia, disini Kapenta juga dimasak dengan tambahan bawang, tomat, dan sayuran segar lainnya.
2. Pap en Vleis (Afrika Selatan)
Seperti diketahui sebelumnya, bubur jagung merupakan makanan pokok berkabohidrat favorit Benua Afrika.
Bubur jagung yang dikombinasikan dengan daging panggang serta dioleskan dengan saus pedas, jadilah kuliner tradisional khas Afrika Selatan yaitu pap en vleis. Makanan ini banyak diburu oleh para
pelancong asing yang memang sudah mengenal kelezatan kuliner yang satu ini.
3. Olahan Daging Rusa (Namibia)
Kuliner tradisional khas Namibia ini tercipta dari kombinasi daging rusa yang dimasak dengan sosis, sauerkraut, dan
daging asap serta dipadukan dengan berbagai sayuran segar. Masakan ini sangat kental terasa aroma pengaruh masakan dari negara Jerman.
4. Nasi Jollof
Nasi Jollof merupakan masakan tradisional khas masyarakat Nigeria. Biasanya kuliner satu ini disajikan bersamaan dengan
sup egusi untuk memperingati perayaan ataupun pesta yang ada. Nasi Jollof sendiri merupakan sajian nasi yang berasa pedas dan dibumbui oleh merica, bawang, dan tomat. Sup egusi sendi terbuat dari daun pahit dan biji melon. Masakan yang sangat asik untuk dicoba.
5. Ayam Piri-piri (Mozambik)
Di Mozambik juga tidak kalah memiliki sebuah kuliner tradisional yang khas yaitu Ayam piri-piri. Sebenarnya nama piri-piri diambil dari para wisatawan yang mengaku ketagihan dengan masakan satu ini. Kegurihan ayam panggang ini tambah sempurna dengan dilengkapi oleh
saus kelapa serta matapa (satu porsi daun singkong yang direbus dengan saus kacang).
If you enjoyed this post and wish to be informed whenever a new post is published, then make sure you subscribe to my regular Email Updates.
Subscribe Now!
Kindly Bookmark and Share it:
Related Posts:
0 komentar: